Hadirin hadirat jika bulan sya’ban ini adalah kejadian perang ta’buk yang terjadi pada tahun 9 hijriyah di bulan sya’ban diriwayatkan didalam shahih Bukhari bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam keluar menuju Tabuk pada hari kamis, keluarnya hari kamis dan Rasul menyukai kalau mushafir, kalau keluar kota senang hari kamis walaupun sering hari lain, dan beliau senang kalau keluar kota itu hari kamis lebih Beliau senangi daripada hari lainnya. Didalam tafsir imam ibn hisyam dan juga didalam Fathul Baari bisharah Shahih Bukhari juga dijelaskan didalam riwayat lainnya bahwa kejadian perang Tabuk adalah di Bulan Sya’ban dimana saat itu disebut “perang sulit” (Ghazwatul ‘Usrah). Atau Juyushul ‘Usrah yaitu pasukan yang sangat sulit, dimasa yang sangat sulit karena saat itu sedang panas yang sangat terik yang membuat para sahabat berat, saat itu Muhajirin dan Anshor berat berangkat, yang kedua Rasul maunya ke wilayah Tabuk, Tabuk itu sampai diujung pantai wilayah Romawi, kenapa? karena saat itu pasukan Romawi sudah sampai keujung laut yang mendekati ke Jaziratul Arab sudah mau menuju Madinah maka Rasul ingin menahan pasukan Romawi itu jangan sampai masuk ke wilayah Jaziratul Arab dan menguasai sampai menembus Madinah, maka di tahan disana sebelum sampai.
Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam perjalanannya sangat jauh, kalau Badr kan Cuma jaraknya antara Makkah dan Madinah hanya 300 Km, ini perjalanan di dalam satu riwayat hampir 20 hari menuju Tabuk.
Hadrin Hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka itu di sebut Juyusyul ‘Usrah ( yaitu pasukan yang berangkat dengan kesulitan)
Berat karena apa ? cuaca sedang sangat panas, hingga berkata kaum Munafikin kepada Ubay bin Salul, ia berkata :
“Jangan keluar disaat terik begini”
karena di saat itu juga lagi musim panennya kurma (kurma panennya disaat musim panas) jadi kurma lagi panen, kasarnya begini :
“pertanian kalian ini harus di panen, waktunya panen, mau berangkat perang di tinggal, busuk nanti panennya, saat waktunya panen panas terik pula berangkat ketempat jauh lagi di Tabuk”
Maka saat itu Allah subhanahu wata'ala menjawab Ubay bin Salul :
وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ، فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
“mereka diantaranya berkata, jangan keluar disaat waktu yang panas untuk ikut bersama Rasul, katakan Neraka itu lebih panas dari pada panas yang mereka lihat, api Neraka Jahanam jauh lebih panas, mereka hanya bisa tertawa sebentar menikmatinya, menikmati panen berapa minggu, lalu mereka nanti waktunya wafat terus menangis dengan tangisan yang kekal, mereka menangis abadi dalam tangisannya” (QS Attaubah 81-82)