#navbar-iframe{height:0px;visibility:hidden;display: none !important}
Maklumat Pengajian & Program Majlis Ta'lim Rahmatan Lil A'lamin ... Sila klik Majlis Ilmu atau Program Dakwah...

Rabu, 31 Oktober 2012

Daurah Remaja RLA 2012


Tempat adalah terhad !!! Sila daftar segera untuk pengesahan !!!

Nota: Bayaran minima adalah untuk semua kos penginapan, makanan, minuman, rekreasi dan lain-lain kelengkapan daurah.

Selasa, 30 Oktober 2012

Kelas Remaja Rahmatan Lil Alamin


Sila sebarkan secara meluas !!!

Ahad, 8 Julai 2012

JADUAL DAKWAH HABIB KAZIM AL-SEQQAF, MALAYSIA 2012


JADUAL DAKWAH HABIB KAZIm AL-SEQQAF, MALAYSIA 2012
TARIKH
MASA
PROGRAM
LOKASI/TEMPAT
9 JULY 2012
19 SYAABAN
ISNIN
7.30 MALAM
CERAMAH PERDANA RAMADHAN KARIM
SURAU AL- MUSTAQIM, JALAN AU5 C/8, LEMBAH KERAMAT, HULU KELANG SELANGOR
10 JULY 2012
20 SYAABAN
SELASA
7.30 MALAM
MAJLIS SEMARAK KASIH RASULULLAH SAW & ISTIQBAL RAMADHAN
MATIN, PERLIS
11 JULY 2012
21 SYAABAN
RABU
8.30 MALAM
MAJLIS TA’LIM SAWA’ASSABIL
RIBAT AL-HAWI
NO.55 JALAN OPERA K, SEKSYEN U2/K, TTDI JAYA, SHAH ALAM

12 JULY 2012
22 SYAABAN
KHAMIS
6.15 PETANG
PROGRAM QARIAH RAMADHAN
MASJID JAMEK ALAM SHAH, JALAN PUDU, KUALA LUMPUR
9.15 MALAM
MAULED & MAJLIS MAHABBAH AL-IIMI
SURAU NUR SHAFIEE USJ ½, SUBANG JAYA, SELANGOR


13 JULY 2012
23 SYAABAN
JUMAAT
7.30 MALAM
CERAMAH PERDANA
MASJID AL-RIDHUAN HULU KELANG, SELANGOR

10.00 MALAM
MAJLIS TA,LIM DARUL MURTADZA
MASJID MUADZ BIN JABAL, SETIAWANGSA, KUALA LUMPUR
14 JULY 2012
24 SYAABAN
SABTU
6.45 PETANG
CERAMAH RAMADHAN KAREEM
MASJID AL-FALAH USJ 9, SUBANG JAYA, SELANGOR



15 JULY 2012
25 SYAABAN
AHAD
9.00 PAGI
MAJLIS TA,LIM RAHMATAN LIL A’LAMIN
NO.2 JALAN NOVA U5/74A SUBANG BESTARI, SHAH ALAM, SELANGOR
12.00 T/HARI
MADRAS AN-NUR
SURAU NUR SHAFIEE USJ ½, SUBANG JAYA, SELANGOR

Jumaat, 9 Disember 2011

Asma' binti Abu Bakar ra

Asma’ binti Abu Bakar ra sudah memeluk Islam sejak masa-masa awal datangnya Islam. Beliau adalah saudarinya ibunda Aisyah ra. Suatu waktu, ketika Rasullah SAW dengan Abu Bakar ra telah memerintah Zaid ra dan beberapa orang pegawainya untuk mengambil kudanya dan keluarganya untuk dibawa ke Madinah.
Asma ra berhijrah dengan rombongan tersebut. Sesampainya di Quba – dari rahim Asma ra – lahirlah putra pertamanya yakni Abdullah bin Zubair ra.
Dalam sejarah Islam, itulah bayi pertama yang dilahirkan setelah hijrah. Pada zaman itu banyak terjadi kesulitan, kesusahan, kemiskinan, dan kelaparan. Tetapi pada zaman itu juga muncul kehebatan dan keberanian yang tiada bandingannya. Dalam sebuah riwayat dari Bukhari diceritakan bahwa Asma’ ra sendiri pernah menceritakan tentang keadaan hidupnya,
"Ketika aku menikah dengan Zubair ra, ia tidak memiliki harta sedikit pun, tidak memiliki tanah, tidak memiliki pembantu untuk membantu pekerjaan, dan juga tidak memiliki sesuatu apa pun. Hanya ada satu unta milikku yang biasa digunakan untuk membawa air, juga seekor kuda. Dengan unta tersebut, kami dapat membawa rumput dan lain-lainnya. Akulah yang menumbuk kurma untuk makanan hewan-hewan tersebut. Aku sendirilah yang mengisi tempat air sampai penuh. Apabila embernya peceh, aku sendirilah yang memperbaikinya. Pekerjaan merawat kuda, seperti mencarikan rumput dan memberinya makan, juga aku sendiri yang melakukannya. Semua pekerjaan yang paling sulit bagiku adalah memberi makan kuda. Aku kurang pandai membuat roti. Untuk membuat roti, biasanya aku hanya mencampurkan gandum dengan air, kemudian kubawa kepada wanita tetangga, yaitu seorang wanita Anshar, agar ia memasakkannya. Ia adalah seorang wanita yang ikhlas. Dialah yang memasakkan roti untukku.
Ketika Rasulullah SAW sampai di Madinah, maka Zubair ra telah diberi hadiah oleh Rasulullah SAW berupa sebidang tanah, seluas kurang lebih 2 mil (jauhnya dari kota). Lalu, kebun itu kami tanami pohon-pohon kurma. Suatu ketika, aku sedang berjalan sambil membawa kurma di atas kepalaku yang aku ambil dari kebun tersebut. Di tengah jalan aku bertemu Rasulullah SAW dan beberapa sahabat Anshar lainnya yang sedang menunggang unta. Setelah Rasulullah SAW melihatku, beliau pun menghentikan untanya. Kemudian beliau mengisyaratkan agar aku naik ke atas unta beliau. Aku merasa sangat malu dengan laki-laki lainnya. Demikian pula aku khawatir terhadap Zubair ra yang sangat pencemburu. Aku khawatir ia akan marah. Memahami perasaanku, Rasulullah membiarkanku dan meninggalkanku. Lalu segera aku pulang ke rumah.
Setibanya di rumah, aku menceritakan peristiwa tersebut kepada Zubair ra tentang perasaanku yang sangat malu dan kekhawatiranku jangan-jangan Zubair ra merasa cemburu sehingga menyebabkannya menjadi marah. Zubair ra berkata, "Demi Allah aku lebih cemburu kepadamu yang selalu membawa isi-isi kurma di atas kepalamu sementara aku tidak dapat membantumu.""
Setelah itu Abu Bakar, ayah Asma’ ra, memberikan seorang hamba sahaya kepada Asma’. Dengan adanya pembantu di rumahnya, maka pekerjaan rumah tangga dapat diselesaikan dengan ringan, seolah-olah aku telah terbebas dari penjara.
Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berhijrah, sedikit pun tidak terpikirkan olehnya untuk meninggalkan sesuatu untuk keluarganya. Ia berhijrah bersama-sama Rasulullah SAW. Untuk keperluan itu, seluruh kekayaan yang ia miliki, sejumlah lebih kurang 5 atau 6 dirham dibawa serta dalam perjalanan tersebut. Setelah kepergiannya, ayah Abu Bakar ra yakni Abu Qahafah yang buta penglihatannya dan sampai saat itu belum masuk Islam mendatangi cucunya, Asma ra dan Aisyah ra agar mereka tidak bersedih karena telah ditinggal oleh ayahnya. Ia berkata kepada mereka, "Aku telah menduga bahwa Abu Bakar ra telah menyebabkan kalian susah. Tentunya seluruh hartanya telah dibawa serta olehnya. Sungguh ia telah semakin banyak membebani kalian."
Menanggapi perkataan kakeknya(datuknya), Asma ra berkata, "Tidak, tidak wahai kakek(datuknya). Ayah juga meninggalkan hartanya untuk kami." Sambil berkata demikian ia mengumpulkan kerikil-kerikil kecil kemudian diletakkannya di tempat Abu Bakar biasa menyimpan uang dirhamnya, lalu ditaruh di atas selembar kain. Kemudian dipegangnya tangan kakeknya(datuknya) untuk merabanya. Kakeknya(datuknya) mengira bahwa kerikil yang telah dirabanya itu adalah uang. Akhirnya kakeknya(datuknya) berkata, "Ayahmu memang telah berbuat baik. Kalian telah ditinggalkan dalam keadaan yang baik." Sesudah itu, Asma ra berkata, "Demi Allah, sesungguhnya ayahku tidak meninggalkan harta sedikit pun. Aku berbuat demikian semata-mata untuk menenangkan hati kakek(datuknya), supaya kakek(datuknya) tidak bersedih hati."
Asma’ ra memiliki sifat yang sangat dermawan. Pada mulanya, apabila ia akan mengeluarkan harta di jalan Allah ia akan menghitungnya dan menimbangnya. Akan tetapi, setelah Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian menyimpan-nyimpan atau menghitung-hitung (harta yang akan diinfakkan). Apabila mampu, belanjakanlah sebanyak mungkin."
Akhirnya setelah mendengar nasihat ini, Asma ra semakin banyak menyumbangkan hartanya. Ia juga selalu menasehati anak-anak dan perempuan-perempuan yang ada di rumahnya, "Hendaklah kalian selalu meningkatkan diri dalam membelanjakan harta di jalan Allah, jangan menunggu-nunggu kelebihan harta kita dari keperluan-keperluan kita (yaitu jika ada sisa harta setelah dibelanjakan untuk keperluan membeli barang-barang, barulah sisa tersebut disedekahkan.) Jangan kalian berpikir tentang sisanya. Jika kalian selalu menunggu sisanya, sedangkan keperluan kalian bertambah banyak, maka itu tidak akan mencukupi keperluan kalian sehingga kita tidak memiliki kesempatan untuk membelanjakannya di jalan Allah. Jika keperluan itu disumbangkan di jalan Allah, maka kalian tidak akan mengalami kerugian selamanya."
Sumber
muslimuda.com