#navbar-iframe{height:0px;visibility:hidden;display: none !important}
Maklumat Pengajian & Program Majlis Ta'lim Rahmatan Lil A'lamin ... Sila klik Majlis Ilmu atau Program Dakwah...

Isnin, 23 November 2009

"Kebahagiaan itu bukan terletak pada tercapainya keinginan kita, akan tetapi kebahagiaan itu terletak pada memahami dan mengikuti Kehendak ALLAH Yang Maha Berkehendak." "Mulailah dengan sabar, sehingga engkau mampu melangkah dengan ridha, akhirnya engkau akan memahami Kehendak ALLAH kepada dirimu." ^ Kalam Syeikh Rohimuddin Nawawi al-Jahari al-Bantani





video

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 Limpahan puji kehadirat Allah Maha Raja langit dan bumi, Maha Penguasa setiap keadaan dan kejadian, Maha Ada sepanjang masa, sebelum masa dicipta, setelah masa dicipta dan setelah masa tiada, selama perhitungan siang dan malam ada, sebelum siang dan malam ada, hingga siang dan malam tiada, Allah Maha Ada, Sang pencipta siang malam dan masa, Sang Pencipta zaman Maha ada sebelum adanya zaman, dan Maha ada setelah zaman tiada, dan Maha menyiapkan anugerah yang kekal untuk hamba-hamba-Nya keturunan Adam, bagi mereka kebahagiaan atau kehinaan, beruntunglah yang memilih kebahagiaan yang dihantarkan oleh utusan Allah, pembawa kebahagiaan dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad. Pembawa keluhuran dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad. Pembawa kedamaian dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad. Pembawa kemuliaan dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad.
tentunya bukan berarti kita dilarang untuk mencari kekayaan dunia, harta dan apa-apa yang ada dalam kehidupan kita. Akan tetapi sang nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam membawa kebahagiaan dunia dan akhirah dari Allah subhanahu wata'ala, mengajarkan kepada kita bagaimana indahnya untuk mencapai keluhuran di dunia dan akhirah, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Barangsiapa yang bekerja dan ia niatkan untuk menafkahi anak-anak yatim dan para fakir miskin, maka seakan-akan ia adalah orang yang berjihad di siang harinya, dan shalat malam sepanjang malamnya, atau seperti orang yang berpuasa di siang harinya dan shalat malam sepanjang malamnya", (Shahih Bukhari). hal itu untuk orang-orang yang mempunyai niat untuk membantu para fuqara' dan dhu'afaa dan anak-anak yatim piatu, demikian mulianya walaupun mereka bekerja di perkantoran atau di toko, sebagai karyawan atau apapun, yang mana dalam pekerjaannya yang tampak adalah ghaflah (kelalaian) dan keduniawian, namun bisa saja mereka itu dihadapan Allah adalah orang yang siang harinya sebagai ahlul jihad (para Mujahidin) dan di malam harinya adalah orang yang senantiasa melakukan qiyamul lail, karena ia mau mempedulikan fuqara' dan dhu'afaa. Betapa indahnya tuntunan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Tiadalah tersisa kehidupan terkecuali selalu tersimpan padanya keluhuran.